Remaja Dan Pendidikan

Selasa, 26 Oktober 2010

Sobat..
    Kalian pasti tahu, kebanyakan seusia remaja adalah masih pelajar, baik yang duduk di SMP, SMA, ataupun yang udah diperguruan tinggi. Nah, di tempat-tempat tersebut mereka ngapain? Pasti belajarkan? Oleh karena itu pada pembahasan bagian ini, akan lebih dahulu dibahas mengenai apa itu pendidikan, kenapa ada sekolah,  peran keluarga bagi kita, dan manfaat pendidikan bagi kita (para remaja).

A.  Pendidikan
    Mencari ilmu adalah kewajiban yang dibebankan kepada manusia, khususnya umat Islam, seperti yang diterangkan pada lafadz “Uthlubul ‘ilmi walau bis-siin” (carilah ilmu walaupun harus ke negeri cina). Juga kalimat “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian ibu sampai masuk ke liang lahat”.
Berdasarkan kewajiban itu muncul istilah pendidikan atau pengajaran. Pendidikan dan pengajaran merupakan dua kata yang hampir sama namun memiliki perbedaan yang mendasar. Pendidikan bersifat lebih luas, karena selain mencakup penyampaian seuah ilmu, siswa juga diharapkandapat mengamplikasikan (mengamalkan) ilmu tersebut.

B.  Kenapa Ada sekolah?
    Sekolah merupakan sarana yang sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan, karena kemajuan zaman keluarga tidak mungkin lagi memenuhi seluruh kebutuhan dan aspirasi generasi muda terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Semakin maju masyarakatnya semakin penting peranan sekolah mempersiapkan generasi muda sebelum masuk ke dalam proses pembangunan masyarakat itu. Oleh karena itu, sekolah sebagai pusat pendidikan mampu malaksanakan fungsi pendidikan secara optimal yaitu mengembangkan kemampuan meningkatkan mutu kehidupan dan martabat bangsa Indonesia.

C.  Peran Orang Tua
     Saya pun merasakan pendidikan yang diberikan oleh orang tua di lingkungan keluarga yang sangat sederhana sekalipun, ternyata saya rasakan sedemikian mendalamnya. Pendidikan semacam itu, di alam modern sebagaimana yang kita alami saat ini, mungkin sudah banyak dilupakan orang. Orang sekarang lebih mengedepankan kekuatan rasio atau akalnya. Padahal sentuhan-sentuhan nurani dari orang tua yang diberikan di lingkungan keluarga, justru sangat penting, sebagai bagian penting pendidikan yang tidak boleh diabaikan. Kebanyakan orang tua di pedesaan, sebagaimana orang tua saya sendiri melakukannya, dengan berpegangkan pengetahuan yang diperoleh dari al Qur’an dan juga sejarah Nabi, maupun orang-orang sholeh lainnya, mereka melakukan pembiasaan dan juga ketauladanan pada anak-anaknya, termasuk membiasakan bertanya, tentang halal dan atau haram terhadap apa saja yang diperolehnya. Gambaran inilah yang selalu saya sebut sebagai bagian dari pendidikan Islam, yang sedemikian indahnya. Hanya sayangnya, karena sibuk atau lupa, hal sederhana, namun sesungguhnya amat penting, akhir-akhir ini kurang mendapatkan perhatian yang cukup. Akibatnya, tidak saja kenakalan remaja yang terjadi, bahkan korupsi, kolusi dan nepotisme pun, sesungguhnya berawal dari pendidikan yang kurang tepat dan juga kurang memadai. Wallahu a’lam.

D.  Manfaat Pendidikan
1. Melatih Kemampuan Kemampuan Akademis Anak (Biar Pintar). Dengan melatih serta mengasah kemampuan menghafal, menganalisa, memecahkan masalah, logika, dan lain sebagainya maka diharapkan seseorang akan memiliki kemampuan akademis yang baik. 
2. Menggembleng dan Memperkuat Mental, Fisik dan Disiplin. Dengan mengharuskan seorang siswa atau mahasiswa datang dan pulang sesuai dengan aturan yang berlaku maka secara tidak langsung dapat meningkatkan kedisiplinan seseorang. 
3. Memperkenalkan Tanggung Jawab. Tanggung jawab seorang anak adalah belajar di mana orangtua atau wali yang memberi nafkah. 
4. Membangun Jiwa Sosial dan Jaringan Pertemanan. Banyaknya teman yang bersekolah bersama akan memperluas hubungan sosial seorang siswa. Tidak menutup kemungkinan di masa depan akan membentuk jaringan bisnis dengan sesama teman di mana di antara sesamanya sudah saling kenal dan percaya.penuhi dengan baik.
5. Sebagai Identitas Diri. Lulus dari sebuah institusi pendidikan biasanya akan menerima suatu sertifikat atau ijazah khusus yang mengakui bahwa kita adalah orang yang terpelajar, memiliki kualitas yang baik dan dapat diandalkan. 
6. Sarana Mengembangkan Diri dan Berkreativitas. Seorang siswa dapat mengikuti berbagai program ekstrakurikuler sebagai pelengkap kegiatan akademis belajar mengajar agar dapat mengembangkan bakat dan minat dalam diri seseorang. Semakin banyak memiliki keahlian dan daya kreativitas maka akan semakin baik pula kualitas seseorang. Sekolah dan kuliah hanyalah sebagai suatu mediator atau perangkat pengembangan diri. Yang mengubah diri seseorang adalah hanyalah orang itu sendiri.
     Dengan semangat hari pendidikan nasional marilah kita turut serta memajukan Pendidikan di Indonesia. Khususnya bagi kita, para remaja yang masih berkecimpung dalam dunia pendidikan, maka masa remaja ini harus kita pergunakan sebaiik-baiknya untuk memburu ilmu pengetahuan dan berbagai keterampilan, sebagai bekal kita kelak di hari tua. Kita harus mempergunakan sebagian besar waktu kita untuk mempelajari buku-buku pelajaran, menguasai berbagai keterampilan, serat melakukan hal-hal positif dan bermanfaat, bukan justru untuk tawuran, hura-hura, terjebak dalam penyalahgunaan narkoba, dan hal-hal negatif lainnya.

0 komentar:

Poskan Komentar